DANA DARURAT, DANA PENYELAMAT

Dana Darurat, Dana Penyelamat.bolobeli.com

Hidup serba tak pasti. Untuk itu, kita harus bisa memastikan, apa yang harus kita siapkan pada saat kondisi yang tidak diinginkan terjadi.

Jikalau kondisi ekonomi yang normal—bahkan sangat baik pun—hal tak pasti selalu mengintai. Entah dalam wujud sakit yang butuh biaya pengobatan tak terhingga, sampai kehilangan sandaran ekonomi. Semua itu, jika tak diantisipasi, bisa mendatangkan tekanan dan beban pikiran.

Salah satu kunci untuk menghadapi masa penuh tantangan semacam itu adalah dengan menyiapkan diri. Bagaimana caranya? Solusi yang paling sering dianjurkan oleh para penasihat keuangan adalah dengan menyiapkan dana darurat. Bentuknya bisa bermacam-macam. Namun pada intinya, dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk keperluan darurat, yang tak boleh diotak-atik sebelum kejadian yang benar-benar darurat terjadi pada diri atau keluarga kita. Sebab, pada kenyataannya, banyak orang yang mencadangkan dana darurat, namun justru ”tergiur” memakainya untuk kondisi yang sebenarnya belum sangat darurat. Jika ini yang kita lakukan—dan terus kita biasakan—maka sampai kapan pun, dana darurat yang bisa jadi penyelamat, akan terus tidak mencukupi.

Nah, apa yang harus disiapkan agar dana darurat benar-benar mampu jadi penyelamat? Berikut beberapa hal yang diungkap oleh David Bach, pakar keuangan penulis buku Start Over, Finish Rich.

• Tentukan tujuan dana yang ingin Anda capai.
Untuk memulai menetapkan berapa dana darurat yang harus disiapkan, kita harus mengetahui persis berapa banyak yang harus kita simpan. Dalam hal ini, kondisi yang paling dianjurkan minimal adalah setidaknya tiga kali dari pengeluaran bulanan. Misalnya, untuk setiap bulan kita harus membayar biaya belanja, listrik, makanan, serta aneka kebutuhan lain dengan nilai total sekitar Rp 5 juta sebulan, maka setidaknya kita harus mampu menyiapkan dana darurat sebesar Rp 15 juta. Di sinilah angka yang jadi tujuan kita jadi patokan dasar. Lebih besar, tentu lebih baik. Sehingga, kita jadi punya nilai lebih yang aman untuk membantu kita dan keluarga keluar dari ”krisis” yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

• Jadikan proses menyimpan dana darurat berjalan ”otomatis”
Maksudnya, setiap kita menerima gaji atau pendapatan bulanan, secara mekanistis, kita sudah mampu mengalokasikannya pada berbagai hal yang kita perlu, di mana salah satunya adalah kebutuhan dana darurat ini. Sehingga, dengan begitu, kita bisa berdisiplin agar ”pendapatan” dana darurat ini juga selalu ”terisi” sesuai target. Jika belum bisa memperlakukan ”aturan” alokasi ini dengan otomatis, cobalah untuk menyisihkan minimal lima persen dari pendapatan untuk dimasukkan dalam dana darurat.
http://boxobral.com/rak-obral-box-wagon
• Simpan uang itu di tempat yang tepat
Salah satu tujuan menyimpan dana darurat adalah bisa diambil sewaktu-waktu pada saat kondisi kurang menyenangkan terjadi. Karena itu, salah satu yang dianjurkan adalah disimpan di bank, meski bunga bank saat ini tergolong kecil. Namun, ini jauh lebih aman sehingga juga membuat kita merasa nyaman. Tetapi, tak ada salahnya pula, jika kita menempatkan dana tersebut dalam dana cadangan yang bisa dikelola dan menghasilkan dana lebih, misalnya ditempatkan di reksadana atau obligasi tetap yang berisiko rendah namun menghasilkan lebih tinggi dari bunga deposito. Yang pasti, sebagaimana namanya, keadaan darurat tak bisa kita tebak kapan hal itu akan terjadi. Maka, di saat itulah, kita harus bisa memastikan, dana darurat ini bisa diuangkan kembali dengan mudah dan cepat untuk mengatasi ”krisis” yang terjadi.
http://kopimorgan.com/jual-kopi-morgan
• Jadikan dana darurat sebagai ”dana abadi”
Yang dimaksud di sini adalah menjadikan dana darurat sebagai ”cadangan terakhir” atau ”senjata pamungkas” yang baru kita pakai saat benar-benar membutuhkan. Kebanyakan dari kita menganggap bahwa dana darurat bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan yang ”mendadak”, misalnya membeli mesin cuci karena mesin cuci yang lama sudah kurang bersih. Atau, kita memakai dana darurat untuk membeli ban mobil yang sudah mulai aus. Stop! Jangan gunakan dana darurat untuk itu.
http://jualtroli.com/jual-trolley-belanja-supermarket
Memang, hal-hal di atas juga penting, tapi bisa dialokasikan pengeluarannya dari dana lain, misalnya dari pengeluaran belanja bulanan. Harap dibedakan, antara dana yang dibutuhkan untuk membuat kita merasa nyaman atau selamat, dengan dana yang benar-benar harus dikeluarkan saat kondisi genting, seperti membayar rumah sakit dan hal lebih genting lainnya. Dengan mengetahui orientasi utama dari penggunaan dana darurat, maka kita tak akan ”tergoda” memakai dana ini untuk membiayai pengeluaran lain yang barangkali belum terlalu genting untuk diprioritaskan. http://herbal-grosir.com/jual-optrimax-plum-delite/

One Comment

  1. trolley-supermarket July 3, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *